Rabu, 10 Desember 2008

AbOuT SanTa ClaUse...

Santa Claus

Di bulan Desember seperti sekarang ini merupakan hari-hari belanja,
hari-hari penuh promosi dengan berbagai tawaran yang menggiurkan.
Mail box ku setiap hari penuh dengan berbagai flyer dengan bermacam
kupon potongan harga. Boleh dibilang di seluruh tempat pertokoan
telah dihiasi dengan semarak, dan tak ketinggalan tentunya Santa
Claus bertebaran di mana-mana.

Santa Claus memang sudah merupakan tradisi dihari Natal, rasanya
Natal tidak akan terasa lengkap tanpa kehadiran Santa Claus. Sosok
orang tua berewokan berjanggut putih berbadan tinggi besar berperut
gendut dengan jubah warna merah itu sudah sedemikian akrabnya dalam
kehidupan di bulan Desember ini. Mengendarai kereta terbang yang
ditarik oleh 8 menjangan, memasuki rumah-rumah melalui cerobong asap
serta meninggalkan kado-kado bagi anak-anak yang manis-manis.

Asal mula legenda Santa Claus memang agak kurang jelas, dipercaya
nama asli Santa Claus adalah Nicholas, seorang Kardinal di Myra,
Lycia. Berasal dari Patara, sebuah kota di distrik Lycia di Asia
Kecil (sekarang Turki). Legenda bercerita kemurahan hati Nicholas
yang memberikan berbagai hadiah kepada tiga orang gadis kecil anak
seorang miskin, yang hampir saja diserahkan orang tuanya ke
pelacuran. Dari cerita itu maka berkembanglah legenda pemberian kado-
kado secara rahasia itu.

Legenda Santa Claus berkembang ke seluruh Eropa, di Jerman dikenal
sebagai Sankt Nikolaus, sedang di Belanda dengan nama Sinter Klaas.
Di berbagai negara legenda Santa Claus memang agak berbeda, di
Indonesia dikenal sebagai Sinterklas yang berasal dari Sinter Klas
dari negeri Belanda.

Masih teringat olehku ketika masih kanak-kanak, Sinterklas yang
menggendong karung berisi hadiah-hadiah ditemani Piet hitam dengan
sapu lidi di tangan dan karung kosong. Anak-anak yang manis akan
dikasih hadiah sedang yang nakal ditakuti dengan pura-pura akan
dipukul dengan sapu lidi dan akan dimasukkan ke dalam karung.

Di Amerika legenda Santa Claus juga datang dari Sinter Klaas di
negeri Belanda pada abad ke 17. Pengaruh politik juga mempengaruhi
penampilan Santa Claus, ketika Amerika marak dengan penghapusan
perbudakan dan diskriminasi maka sosok Piet Hitam yang menjadi
pembantu Santa Claus dianggap sebagai sosok budak dan orang kulit
hitam yang mencerminkan diskriminasi karena warna kulit. Karena itu
sosok Black Peter (Piet Hitam) dihilangkan, jadilah sekarang ini
Santa Claus tinggal seorang diri saja.

Ada sebuah lelucon di internet tentang tahapan kehidupan laki-laki,
pertama sangat percaya Santa Claus, kedua tidak percaya Santa Claus,
ketiga menjadi Santa Claus, dan terakhir berwajah serupa Santa Claus.
Pas juga rasanya lelucon ini diterapkan. Pada waktu masih kanak-kanak
tentu sangat percaya Santa Claus, masa remaja sama sekali tidak
percaya Santa Claus karena tahu papanya sendiri yang membelikan
hadiah, kemudian giliran dewasa yang menjadi Santa Claus bagi anak-
anaknya, dan setelah tua berwajah mirip Santa Claus. Ha ha ha.

Minggu, 07 Desember 2008

InFo KeseHatAn

Bahaya Laten Sepotong Sosis

Sosis merupakan makanan asing yang sudah akrab dalam kehidupan masyarakat Indonesia karena rasanya yang enak. Namun, di balik kenikmatan makanan yang kaya akan zat gizi ini, terkandung lemak dan kolesterol tinggi yang bisa mengganggu kesehatan. Untuk itu, hati-hati mengonsumsi sosis.

Komponen Penyusun
Penambahan garam pada pembuatan sosis bertujuan untuk meningkatkan cita rasa, pengembang protein daging, pelarut protein daging, meningkatkan kapasitas pengikatan air (water holding capacity = WHC), serta sebagai pengawet. Penambahan fosfat akan bersinergi dengan garam untuk meningkatkan WHC pada sosis. Tanpa garam dan fosfat, sosis akan sulit untuk dibuat. Asam askorbat sering ditambahkan dalam bentuk asam askorbat maupun natrium askorbat untuk membantu pemerahan daging. Selain itu, asam askorbat juga berfungsi sebagai antioksidan agar produk tidak mudah tengik. Untuk mensubtitusi daging, pada pembuatan sosis sering juga ditambahkan isolat protein. Selain itu, pada pembuatan sosis juga ditambahkan karbohidrat sebagai bahan pengisi sosis.

Pengawet dan Pewarna
Meskipun nitrit sebagai salah satu bahan tambahan pangan memberikan banyak keuntungan, ternyata dari berbagai penelitian telah dibuktikan bahwa nitrit dapat membentuk nitrosamin yang bersifat toksik dan karsinigenik. Nitrosodimetilamin hasil reaksi nitrit dapat menyebabkan kerusakan pada hati yang bersifat karsinogen kuat yang bisa memicu penyakit tumor pada beberapa organ tikus percobaan. jenis bahan pengawet dan dosis maksimum yang diizinkan pada sosis berdasarkan SNI 01-0222-1995 adalah belerang dioksida (450 mg/kg), kalium nitrat (500 mg/kg). Jenis pewarna yang biasa digunakan pada sosis adalah eritrosin dan merah allura, masing-masing dengan kadar maksimal 300 mg/kg.

Nilai Gizi
Sosis merupakan produk olahan daging yang mempunyai nilai gizi tinggi. Komposisi gizi sosis berbeda-beda, tergantung jenis daging yang digunakan dan proses pengolahannya. Produk olahan sosis kaya energi dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat. Selain itu, sosis juga memiliki kandungan kolesterol dan sodium yang cukup tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan penyakit jantung, stroke, dan hipertensi jika dikonsumsi berlebihan.

Sabtu, 06 Desember 2008

JuSt KidDinG

Barang Hilang.....

Suatu ketika Tono dan Tini baru pulang jalan-jalan dari mall, dan hendak pergi ke taksi.
Tini : "mampus! hp gw ketinggalan!"
Tono : "kan ada di tas gw, Tin..."
Tini : "oh iya..."
5 menit kemudian...
Tini : "mampus! dompet gw ketinggalan!"
Tono : 'kan ada di tas gw, Tin..."
Tini : "oh iya..."

5 menit kemudian
Tono : "mampus!!! tas gw ketinggalan di mall!"
Tini : "??!!!??"

Selasa, 02 Desember 2008

inFo KesEhaTan......!!!!!!

Jaga Kesehatan Otak Anda....


Otak adalah anggota tubuh yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Kita bisa hidup di bumi sangat tergantung dengan fungsi otak. Untuk itulah, sebagai manusia, kita harus menjaga otak kita agar selalu dalam keadaan sehat.


Beberapa hal kecil yang sering kita sepelekan justru berbahaya bagi otak kita. Contoh hal kecil pertama yang diketahui cukup berbahaya bagi otak adalah tidak mau sarapan pagi. Banyak orang yang menyepelekan sarapan, padahal dengan tidak mengonsumsi makanan di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal tersebut berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak kita yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak.
Hal kecil yang kedua adalah terlalu banyak makan. Terlalu banyak makan ternyata dapat mengeraskan pembuluh otak yang akhirnya bisa menurunkan kekuatan mental. Selanjutnya adalah merokok. Merokok ternyata berakibat sangat berbahaya bagi otak kita karena otak bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya dan dikenal dengan Alzheimer di usia tua.
Hal yang keempat yaitu terlalu banyak mengonsumsi gula. Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga tubuh akan kekurangan nutrisi dan perkembangan otak akan terganggu. Yang kelima yaitu polusi udara karena otak merupakan bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara.Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi akan membuat kerja otak tidak efisien.
Hal yang keenam adalah kurang tidur. Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. sering malalaikan tidur membuat sel-sel otak justru mati kelelahan.
Selanjutnya adalah berpikir terlalu keras ketika sedang sakit. bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah kerja otak. Hal kesembilan adalah kurangnya stimulasi otak. Berpikir adalah cara yang terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir justru membuat otak kita menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal. Yang terakhir adalah jarang berbicara. Kenapa? Karena percakapan intelektual biasanya akan membawa efek bagus pada kerja otak.
Jadi, sepertinya kita harus lebih sering mengajak otak kita untuk bergerak dan berpikir agar senantiasa sehat tentunya.

Objek Wisata di Tana Toraja




KETE' KESU
Ke'te' Kesu' adalah obyek wisata yang sudah populer diantara turis domestik dan asing sejak tahun 1979 terletak dikampung Bonoran yang berjarak 4 km dari Kota Rantepao, telah ditetapkan sebagai salah satu Cagar Budaya dengan nomor registrasi 290 yang perlu dilestarikan / dilindungi. obyek wisata ini sangat menarik, oleh karena memiliki suatu kompleks perumahan adat Toraja yang masih asli, yang terdiri dari beberapa Tongkonan, lengkap dengan Alang Sura' (lumbung padinya).Tongkonan tersebut dari leluhur Puang ri Kesu' di fungsikan sebagai tempat bermusyawarah, mengelolah, menetapkan dan melaksanakan aturan-aturan adat, baik aluk maupun pemali yang digunakan sebagai aturan hidup dan bermasyarakat di daerah Kesu', dan juga di seluruh Tana Toraja, yang disebut aluk Sanda Pitunna (7777). Obyek wisata ini dilengkapi pula dengan areal; upacara pemakaman (rante), kuburan (liang) purba dan makam-makam modern, namun tetap berbentuk motif khas Toraja, pemukiman, perkebunan dan persawahan yang cantik dan menyejukkan hati. Sekaligus para pengunjung dapat menyaksikan seni ukir Toraja di lokasi ini.





BORI
Obyek wisata utama adalah rante (tempat upacara pemakaman secara adat yang dilengkapi dengan buah menhir / megalit), dalam bahasa Toraja disebut simbuang batu. Seratus dua batu menhir yang berdiri dengan megah terdiri dari 24 buah ukuran besar, 24 buah ukuran sedang dan 54 buah ukuran kecil. Ukuran menhir ini mempunyai nilai adat yang sama. Penyebab perbedaan adalah situasi dan kondisi pada saat pembuatan / pengambilan batu, misalnya; masalah waktu, kemampuan biaya dan situasi pada masa kemasyarakatan. Megalit / simbuang batu hanya diadakan bila seorang pemuka masyarakat yang meninggal dunia dan upacaranya dilaksanakan dalam tingkat Rapasan Sapurandanan (kerbau yang dipotong sekurang-kurangnya 24 ekor). Pada tahun 1657 Rante Kalimbuang mulai digunakan pada upacara Pemakaman Ne'Ramba' dimana 100 ekor kerbau dikorbankan dan didirikan dua simbuang batu.
Selanjutnya pada tahun 1807 pada acara pemakaman Tonapa Ne'Padda' didirikan 5 buah simbuang batu, sedang kerbau yang dikorbankan sebanyak 200 ekor. Ne'Lunde yang pada upacaranya dikorbankan lebih dari 100 ekor kerbau didirikan 3 buah simbuang batu.Selanjutnya berturut-turut sejak tahun 1907, banyak simbuang batu didirikan dalam ukuran besar, sedang, kecil dan secara khusus pada pemakaman Almarhumah Lai Datu (Ne' Kase') pada tahun 1935 didirikan satu buah simbuang batu yang terbesar dan tertinggi. Simbuang batu yang terakhir adalah pada upacara pemakaman Almarhum Sa'pang (Ne'Lai) pada tahun 1962.
Dalam kompleks Rante Kalimbuang tersebut terdapat juga hal-hal yang berkaitan dengan upacara pemakaman yaitu:
Lakkian yaitu persemayaman jenazah selama upacara dilaksanakan di Rante
Balakkayan yaitu panggung tempat membagi daging secara adat
Sarigan yaitu usungan jenasah Langi' yaitu bangunan induk menaungi sarigan
Liang Pa' / kuburan batu yang dipahat.



Batutumonga
Berlokasi di daerah Sesean yang beriklim dingin, sekitar 1300 meter di atas permukaan laut. Di daerah ini terdapat 56 menhir batu dalam sebuah lingkaran dengan lima pohon kayu ditengahnya. Kebanyakan dari batu menhir itu berukuran dua sampai tiga meter tingginya. Pemandangan yang sangat mempesona di atas Rantepao dan lembah disekitarnya, dapat dilihat dari tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi.






Senin, 01 Desember 2008

Sekilas Tentang Toraja

Aq b'asal dari suku Toraja. Walaupun aq lahir n besar d Mks, akan tetapi sy cinta dgn budaya Toraja. Therefore, sy ingin menceritakan ttg Toraja.

Budaya Toraja Memesona Dunia

Oleh Suriani


RANTEPAO - Tana Toraja (Tator) sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), kerap lebih dikenal oleh para wisatawan mancanegara ketimbang Makassar, Ibu Kota Sulsel sendiri. Tator yang penuh dengan berbagai macam pesona budaya dapat dicapai dengan kendaraan darat dalam waktu delapan jam melalui desa-desa khas Bugis-Makassar yang indah permai dan desa-desa nelayan. Selain itu, penerbangan Merpati Nusantara Airlines dengan pesawat Cassa selalu siap mengantar setiap hari. Cukup 45 menit dari Bandara Hasanuddin, Makassar, penumpang dapat tiba di Lapangan Pongtiku, Tator. Bila menggunakan angkutan udara, dari ketinggian akan tampak Tator dengan hamparan sawah luas terbentang yang dilatarbelakangi rumah adat Tongkonan yang mempunyai bentuk seperti tanduk kerbau. Rumah tinggal tersebut merupakan karya masyarakat Toraja yang khas.Masyarakat Tator dikenal sangat menghargai arti hidup yang direfleksikan dalam berbagai adat dan budaya, serta pola hidup baik sebagai petani maupun peternak. “Tedong bonga” alias kerbau belang atau albino, menjadi ternak andalan dan kesayangan masyarakat Tator. Pasalnya, tedong bonga tersebut dipakai pada acara adat dan ritual, sehingga wajar jika harga tedong bonga per ekor dapat mencapai puluhan juta rupiah. “Tedong bonga yang badannya bagus dan tanduknya panjang dan besar, biasanya dibeli sampai Rp 50 juta. Bahkan Rp 100 juta bila dianggap benar-benar kerbau pilihan,” tutur Marten, salah seorang warga Tator. Kendati zaman modern sudah memasuki sisi ruang kehidupan, masyarakat Tator dalam kesehariannya masih dikaitkan dengan beraneka ragam perayaan seperti pesta panen, upacara pemindahan rumah (Rambu Solok) dan upacara kematian (Rambu Tuka). Pada acara-acara tersebut sudah barang tentu mereka menggunakan pakaian adat lengkap dengan aneka perhiasannya.Setiap menggelar acara adat, acara santap bersama yang disertai dengan minuman tuak, biasanya berlangsung berhari-hari. Pada kesempatan tersebut, para kerabat dan keluarga akan dapat membayar ”utang” pesta yang lalu. Selain dapat menyaksikan pesta adat, di Tator juga masih banyak objek wisata yang patut dikunjungi di antaranya, Londa yang terletak kurang lebih empat kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Tana Toraja, Rantepao di mana tau-tau yaitu perlambang jasad mereka yang telah meninggal dipajang di depan gua di atas tebing yang curam. Hal yang sama juga dapat ditemukan di Lemo, sekitar 12 kilometer dari Rantepao. Di lokasi tersebut terdapat tempat peristirahatan terakhir para ningrat Tana Toraja yang disemayamkan dalam bentuk tau-tau dan paling baik dikunjungi pada pagi hari.Sementara Ke’te Kusu merupakan sebuah desa yang menjadi museum rumah tongkonan dan rumah adat. Di antara rumah tersebut, juga tampak hamparan persawahan dilatarbelakangi dengan tebing-tebing yang tinggi, tempat tau-tau yang tua. Di antara tau-tau itu, ada yang mencapai lebih dari satu abad. Dan yang tak kalah menariknya untuk dikunjungi adalah lokasi arung jeram di Sungai Sa’dang. Lokasi ini merupakan yang terbaik di Indonesia. Bagi yang senang tantangan, tentu tidak akan menyia-nyiakan kesempatannya untuk berlaga menguji keterampilan di lokasi arung jeram tingkat empat dan lima yang sangat mengasikkan. Jadi Warisan Dunia Keunikan dan kekhasan adat budaya Tator telah membuat daerah tujuan wisata tersebut diusulkan menjadi warisan budaya dunia. Usulan tersebut sudah digulirkan sejak tahun 2000. Hasil usulan tersebut, Tator kini mendapat nomor registrasi C1038 dari UNESCO, organisasi dunia yang menangani masalah kebudayaan.Untuk usulan pertama, baru terbatas pada perkampungan Kete’ Kesu dan pada 2002, tim UNESCO telah melakukan peninjauan. Hasilnya, tim merekomendasikan agar pengunggulan Tana Toraja dikembangkan menjadi serial nomination yakni usulan yang terdiri dari beberapa situs dalam suatu kawasan. Lewat kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dan pusat, diputuskan penambahan delapan situs anyar, selain situs Kete Kesu tentunya. Kedelapan situs itu adalah Pallawa, Bori Parinding, Kandeapi, Rante Karassik, Buntupune, Pala Tokke, Londa dan Lemo. Akhirnya, kesembilan situs tersebut diusulkan ke kantor UNESCO di Paris pada 21 April 2004. Usulan tersebut kembali menghasilkan keputusan, di mana Indonesia harus melakukan reformulasi pengusulan Tana Toraja. Di antaranya pemetaan delapan situs, penentuan zona inti dan zona penyangga, belum adanya justifikasi mengenai kriteria, harus disertakan situs pembanding yang memiliki kemiripan dan belum disertakan site management plan. Akhirnya pada Agustus 2004, Asdep Urusan Kepurbakalaan dan Permuseuman sudah melakukan pemetaan tambahan. Termasuk mempertemukan para pakar budaya lalu mempresentasikannya kepada kelompok kerja (Pokja) Warisan Dunia. Terakhir, sosialisasi warisan budaya dunia Tana Toraja. Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Budaya dan Pariwisata (Menbudpar) harus menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah di antaranya pembuatan peta kawasan skala 1:10.000 dan penetapan Menbudpar terhadap penetapan kawasan Tator sebagai kawasan cagar budaya nasional. (*)
Dari pada stress dengan tugas-tugas dan laporan praktikum, mending qta t'tawa ria dgn m'baca crta ini, ok....???? itung2x buat olahraga wjh jg kaleee... hehehehehe

Mendapat Hadiah Uang Tunai 10 Juta Rupiah
Category: Humor Umum
Seorang polisi menyetop mobil yang sedang dikendarai Paijo. Polisi itu bilang bahwa sehubungan dengan kampanye hari Keselamatan Di Jalan Raya, Paijo mendapat hadiah uang tunai 10 juta rupiah. Itu karena Paijo mengenakan sabuk pengaman.Paijo hampir-hampir tak percaya dengan keberuntungan ini."Ngomong-ngomong uangnya mau diapain nih?", tanya pak Polisi tersebut."Hmmm....kayaknya akan saya pakai buat bikin SIM Pak", jawab Paijo."Jangan dengarkan omongan dia Pak", sela Sarimin teman Paijo yang duduk di sebelahnya, "Dia suka ngaco ngomongnya kalau lagi teler"Udin yang tidur di kursi belakang kemudian terbangun, yang ketika melihat pak Polisi langsung berkata, "Benar kan kata saya, mobil curian kayak gini pasti dikenali polisi"Saat itu juga terdengar ketukan dari bagasi belakang, disusul suara Prapto yang berteriak, "Hei, kita udah berhasil lewat perbatasan belum? Ganjanya bikin sesak nafas nih"Pak Polisinya jatuh pingsan.
Sent by: e-ketawa on Nov 30th, 2008 Rating: 2.33 (3 votes)
addthis_url = location.href;
addthis_title = document.title;
addthis_pub = 'wahyu';


Crtax bwt ilangin stress ato malah tmbah bkin stress...????